Friday, July 24, 2009

Bila Rejab hampir sampai ke penghujung...


Assalamualaikum dan salam sejahtera...


Selawat & salam keatas Rasul Junjungan SAW...


Hari nie hari Jumaat..penghulu bagi segala hari..cuaca diluar tidak panas dan sungguh mendamaikan bila orang sudah mula keluar untuk menunaikan solat Jumaat..yang tidak solat macam saya nie bermacam-macamlah agendanya :)


Pagi tadi sebaik sahaja hendak memulakan kerja saya diberikan rezeki sarapan pagi (kebetulan tidak sempat mengambil sarapan dirumah) Jun my pratikal student membawakan goreng pisang...baru sebut2 nak makan goreng pisang last nite..esoknya dah dpt goreng pisang..alhamdulillah.Nampaknya rezeki saya sungguh murah hari ini sebab ditambah pula dengan student2 Skim Latihan Graduan yang membawa mee siput..semalam ada yang menaja nasi jagung..semoga murah rezeki diorang...kak zurin sentiasa doakan kamu semua segera dapat kerja...


tengahari nie sebenarnya nak berkongsi dengan semua tentang keistimewaan bulan Rejab. Hari ini dah masuk 02 Syaban rupanya..dapat berapa hari puasa sunat? bersedekah?menziarah orang sakit? ermm saya dapat puasa 4 hari je kalau tak silap...godaan banyak sangatlah..hehehe

sedekah? ermm adalah sikit2 yang termampu.


sejak dua menjak nie..rasanya sibuk sangat..banyak kerja yang nak disiapkan..tapi aku masih sempat menulis blog..macam tadi sempat student2 nie ajar teknologi yang mungkin dah lama org tau tapi baru bagi aku iaitu photofunia..nanti akan ditunjukkan hasilnya..huahua macam best je..
wassalam

Wednesday, July 22, 2009

Bahagiakan Pasangan..


BAHAGIAKAN PASANGAN


Salah satu kebahagiaan adalah ketika melihat orang yang kita cintai bahagia.Kebahagiaan jenis ini tingkatnya lebih tinggi dari kebahagiaan yang bersifatindividual. Boleh jadi, ini masuk dalam kategori kebahagiaan sosial.Tidak mudah untuk memperoleh kebahagiaan jenis ini. Apalagi bagi merekayang bersifat egois. Semua kebahagiaannya diukur dari kebahagiaan dirisendiri. Orang yang demikian adalah tipikal 'pemburu kebahagiaan' , yangjustru tidak pernah menemukan kebahagiaan. ..Berumah tangga adalah sebuah cara untuk memperoleh kebahagiaan, dengan caramembahagiakan pasangan kita. Partner kita. Isteri atau suami. Mampukah ituterjadi?


Mampu, ketika berumah tangga dengan berbekal cinta. Bukan sekadarberburu cinta. Apakah ada bezanya?Berbekal cinta, bererti kita mencintai pasangan kita. Ingin memberikansesuatu kepada pasangan agar ia merasa bahagia. Sedangkan berburu cinta,bererti kita menginginkan untuk dicintai. Menginginkan sesuatu dari pasangankita, sehingga kita merasa bahagia.Menurut anda, manakah yang lebih baik? Mengejar cinta atau memberikan cinta?Mengejar kebahagiaan ataukah memberikan kebahagiaan? Mengejar kepuasanataukah justru memberikan kepuasan? Mana yang bakal membahagiakan, yangpertama ataukah yang ke dua?


Ternyata, yang ke dua. Mengejar cinta hanya akan mendorong anda untukberburu sesuatu yang tidak pasti. Yang tidak pernah anda raih. Kerana,keinginan adalah sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Apalagikeserakahan.Hari ini Anda merasa memperoleh cinta dari pasangan Anda, maka berikutnyaanda akan merasa tidak puas. Dan ingin memperoleh yang lebih dari itu. Sudahmemperoleh lagi, berikutnya anda akan ingin lebih lagi.Ini hampir tak ada bezanya dengan ingin mengejar kesenangan dengan cara memiliki kereta atau rumah. Ketika kita masih miskin, kita mengira akansenang memiliki motorsikal berharga 2-3 ribu ringgit. Kita berusahamengejarnya. Lantas memperolehnya. Dan kita memang senang.Tapi, tak berapa lama kemudian, kita menginginkan untuk memiliki kereta yangberharga puluhan ribu. Motorsikal yang telah kita miliki itu tidak lagimenyenangkan, atau apalagi membahagiakan.Benak kita terus menerus terisi oleh bayangan betapa senangnya memilikikereta berharga puluhan ribu.


Jika kemudian kita MAMPU memenuhi keinginan itu, kita pun merasa senang. Tetapi, ternyata itu tidak lama.Benak kita bakal segera terisi oleh bayangan-bayangan, betapa senangnyamemiliki kereta yang lebih besar dan harganya lebih juga ya. Begitulah seterusnya.


Cuba rasakan hal ini dalam kehidupan anda, maka anda akan merasakan

danmembenarkannya.Kesenangan dan kebahagiaan itu bukan anda peroleh dengan cara mengejarnya,melainkan dengan cara merasakan apa yang sudah anda miliki. Dan jika andamensyukurinya, maka kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya padaperubahan yang datang berikutnya.Anda tak perlu mengejar kebahagiaan, kerana anda sudah menggenggamnya.


Yangperlu anda lakukan sebenarnya adalah memberikan perhatian kepada apa yangsudah anda miliki. Bukan melihat dan mengejar sesuatu yang belum andapunyai. Semakin anda memberikan perhatian kepada apa yang telah anda miliki,maka semakin terasa nikmatnya memiliki. Jadi, kuncinya bukan mengejar,melainkan memberi.Demikian pula dalam berumah tangga. Jika kita ingin memperoleh kebahagiaan,caranya bukan dengan mengejar kebahagiaan itu. Melainkan dengan memberikankebahagiaan kepada pasangan kita. Bukan mengejar cinta, melainkan memberikancinta. Bukan mengejar kepuasan, melainkan memberikan kepuasan.Maka anda bakal memperoleh kebahagiaan itu dari dua arah.


Yang pertama, anda akan memperolehnya dari pasangan anda. Kerana merasa dibahagiakan, ia akanmembalas memberikan kebahagiaan.Yang ke dua, kebahagiaan itu bakal muncul dari dalam diri anda sendiri.Ketika kita berhasil memberikan kepuasan kepada pasangan kita, maka kitabakal merasa puas. Ketika berhasil memberikan kesenangan kepada partnerkita, maka kita pun merasa senang. Dan ketika kita berhasil memberikankebahagiaan kepada isteri atau suami kita, maka kita pun merasa bahagia.Ini, nikmatnya bukan main. Jumlah dan kualitinya terserah pada anda. Ingin lebihbahagia, maka bahagiakanlah pasangan anda. Ingin lebih senang, maka senangkanlah pasangan anda lebih banyak lagi. Terserah anda, minta kesenangan, kepuasan, ataupun kebahagiaan sebesar apa. Kerana kuncinya ada di tangan anda sendiri.


Semakin banyak memberi semakin nikmat rasanya.Anda yang terbiasa egois dan mengukur kebahagiaan dari kesenangan peribadi,akan perlu waktu untuk menyelami dan merenungkan kalimat-kalimat di atas.Contoh yang lebih konkrit adalah perkahwinan dengan cinta yang bertepuksebelah tangan. Perkahwinan semacam ini sungguh membuat menderita pihak yangtidak mencintai. Padahal ia dicintai. Segala keperluannya dipenuhi olehpasangannya. Katakanlah ia pihak wanita.Segala keperluan sang wanita selalu dipenuhi oleh suaminya. Rumah ada. Keretatersedia. Pakaian, perhiasan, dan segala keperluan semuanya tercukupi.Tetapi ia tidak pernah merasa bahagia.


Kenapa? Kerana tidak ada cinta dihatinya.Sebaliknya, sang suami merasa bahagia, kerana ia mencintai isterinya. Iamerasa senang dan puas ketika mapu membelikan rumah. Ia juga merasa senangdan puas ketika mampu membelikan kereta.Dan ia senang serta puas ketika mampu memenuhi segala keperluan isteri yangdicintainya itu. Semakin cinta ia, dan semakin banyak ia memberikan kepadaisterinya, maka semakin bahagialah sang suami. Kalau ia benar-benar cintakepada isterinya, maka ukuran kebahagiaannya berada pada kebahagiaan siisteri. Jika isterinya bahagia, ia pun merasa bahagia. Jika isterinyamenderita, maka ia pun merasa menderita.Akan berbeza halnya, jika si suami tidak mencintai isteri. Ia sekadarmenuntut isterinya agar mencintainya. Memberikan kesenangan, kepuasan dankebahagiaan kepadanya. Ketika semua itu tidak sesuai dengan keinginannya,maka ia bakal selalu merasa tidak bahagia.


Sebaliknya, jika isteri tersebut kemudian mampu mencintai suaminya - keranakebaikan yang diberikan terus menerus kepadanya - maka si isteri itu jugabakal memperoleh kebahagiaan kerananya.Pelayanan yang tadinya dilakukan dengan terpaksa terhadap suaminya, kiniberganti dengan rasa ikhlas dan cinta. Tiba-tiba saja dia merasakankenikmatan dan kebahagiaan yang tiada terkira.Kalau dulu ia memasakkan suami dengan rasa enggan dan terpaksa, misalnya,kini ia melakukan dengan senang hati dan berbunga-bunga. Kalau dulu iamerasa tersiksa ketika melayani suami di tempat tidur, kini ia merasakancinta yang membara.Ya, tiba-tiba saja semuanya jadi terasa berbeza. Penuh nikmat dan bahagia.Padahal seluruh aktiviti yang dia lakukan sama saja. Apakah yangmembezakannya? Rasa cinta!Ketika 'berbekal cinta', semakin banyak ia memberi, semakin banyak pula rasabahagia yang diperolehnya. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwayang bahagia itu sebenarnya bukanlah orang yang dicintai, melainkan orangyang mencintai. Orang yang sedang jatuh cinta...Kerana itu keliru kalau kita ingin dicintai. Yang harus kita lakukan adalah mencintai pasangan.


Semakin besar cinta kita kepadanya, semakin bahagia pulakita kerananya. Dan yang ke dua, semakin banyak kita memberi untukkebahagiaan dia, maka semakin bahagialah kita...Begitulah mestinya rumah tangga kita. Bukan saling menuntut untukdibahagiakan, melainkan saling memberi untuk membahagiakan. Kerana disitulah kunci kebahagiaan yang sebenar-benarnya memberikan kebahagiaan.


Tuesday, July 21, 2009

Diri kita di pandangan manusia...

Assalamualaikum Wbt..dan salam sejahtera

Selawat dan salam keatas Rasul Junjungan SAW..semalam hari isnin bersamaan 27 Rejab 1430H..ramai yang mungkin berkesempatan untuk berpuasa sunat sempena memperingati peristiwa israk mikraj...disurau mahupun di masjid-masjid mungkin ada yang mengadakan majlis ceramah ataupun sekurang-kurangnya tazkirah bagi memperingati peristiwa ini.

Diri kita dipandangan manusia..bagaimana agaknya penilaian yang akan diberikan.Mungkinkah tersenarai dalam kemungkinan-kemungkinan yang saya fikirkan?
  • Kita dipandang dari sudut ilmunya
  • kita dipandang dari sudut agamanya
  • kita dipandang dari sudut akhlaknya
  • kita dipandang dari sudut pekerjaannya
  • kita dipandang dari sudut rupa parasnya
  • kita dipandang dari sudut luarannya
  • kita dipandang dari sudut dalamannya
  • kita dipandang dari sudut keturunannya
  • kita dipandang dari sudut penampilannya

dan mungkin banyak lagi antara kemungkinan-kemungkinan yang boleh kita fikirkan bagaimana seseorang itu menilai kita.Samaada kita sedar atau tidak kita mungkin sentiasa dipandang orang atau juga kita mungkin tidak pernah dipandang orang :)

Adakah pandangan orang tentang diri kita begitu penting? Ermm pada saya mungkin ada yang penting..sebagai contoh pandangan seorang sahabat mengenai saya yang selalu melambatkan solat.Pada saya pandangan itu penting...sebab jika dia tidak memberi pandangan begitu kepada saya mungkin saya akan terus melambatkan solat.

manusia memang suka menilai manusia lain...setuju dengan saya? tidak mengapa jika anda tidak bersetuju sebab kita berada di negara yang penuh demokrasi. Setiap pagi saya keluar bekerja dan pulang pada sekitar 5.00-5.30 petang setiap hari..agaknya apa pandangan orang tentang saya?Mungkin ini antara kemungkinan-kemungkinannya..

  • Anak Mak Nah nie kerja pejabat agaknya,masuk pagi balik petang..
  • kerja mana agaknya diorang nie.. (merujuk kepada saya & my sis)
  • Yang mana satu kakak..yang mana satu adik..
  • Umurnya dah banyak juga tu..adiknya yang bongsu dah 24..dia tu atas lagi..
  • Jarang nampak pergi majlis2 kat kampung
  • besor ke gaji yang dia dapat..kenapa tak mohon kerja kerajaan..kan senang dapat pencen!

Itu antara kemungkinan-kemungkinan yang saya fikirkan dikalangan pemikir yang mungkin dapat melihat saya saban hari ketempat kerja.

Walau apa pun pada saya..pandangan org lain tentang kita jika ia wajar diperbetulkan maka harus diperbetulkan, mana yg salah kita perbaiki, mana yang baik kita teruskan tapi apa2 pun pandangan Allah tentang diri kita adalah yang terutama...kita sebagai khalifah dimuka bumi ini hendaklah menjalankan amanah yang telah dipertanggungjawabkan...

wassalam..

Monday, July 20, 2009

Bila Kehidupan Berbicara


Catatan ini diambil dari kiriman seorang kenalan..sama2 kita baca ye :)

Kehidupan ini umpama arus deras yang sentiasa mengalir tanpa henti. Sebagaimana jiwa kita yang kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah begitu jugalah kehidupan kita; kadang-kadang kita cukup kuat untuk menongkah arus kehidupan yang serba ganas atau sekurang-kurangnya mampu bertahan dengan apa yang ada namun kadang-kadang ketika jiwa kita lemah tak bermaya maka kitapun tewas lalu hanyut dibawa arus.


Ketika jiwa kita kuat dan masih mampu berpegang pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang benar maka akan terserlahlah kewibawaan dan jati diri kita lalu kitapun melangkah gagah menuju kemuliaan atau ketinggian di sisi Allah SWT lalu manusia lainpun akan kagum dan hormat pada kita. Namun disaat-saat jiwa kita lemah, kita akan hanyut bersama arus deras yang menuju kekecewaan dan kehinaan.

Inilah hakikat kehidupan. Jika kita berpeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu maka kegagalan, kekecewaan, kehampaan dan segala kelemahan akan mewarnai kehidupan kita. Tetapi untuk kita berjaya dan bahagia, mulia dan berwibawa, kita perlukan usaha dan pengorbanan.
Inilah hakikat kehidupan...jika kita tidak exercise, tak jaga makan minum kita maka kita akan sakit tetapi kalau kita nak sihat maka kita perlu senaman secara berterusan disamping menjaga makan dan minum kita mengikut keperluan. Begitu juga dengan hati kita...jika kita tidak jagainya dengan menjauhi dosa, berikan makanan dengan tazkirah dan ibadah maka hati kitapun akan sakit lalu kita akan lebih cenderung pada dosa dan kehinaan.

Inilah realiti kehidupan kita. Segala yang baik, positif, segala ketinggian dan kemuliaan, kejayaan dan kebahagiaan tidak akan datang bergolek tetapi memerlukan usaha yang berterusan yang dibangunkan dengan tekad dan keazaman yang tercetus dari matlamat dan kefahaman yang benar tentang kehidupan serta dibajai dengan doa dan ibadah yang akan menjadikan jiwa kita subur dan lunak yang nantinya akan menjadi tempat tumbuhnya kepasrahan, ketenangan, kesabaran dan ketabahan.

Arus kehidupan inipun tidak pernah membezakan siapa kita, dari mana keturunan kita, muliakah atau hinakah bangsa kita; siapa yang lalai dan leka akan menjadi mangsa namun siapa yang sedar diri serta berusaha menongkah arus deras ini maka kejayaan dan kebahagiaan akan menjadi miliknya.

Bila Kehidupan Mula Berbicara

Disaat kita terasing dalam dunia kita sendiri, disaat tidak ada siapa yang menemani kita melainkan kesunyian, keresahan dan kekecewaan. Disaat kita memandang kedepan segala-galanya kabur dan penuh tanda tanya, disaat kita menoleh kebelakang yang terlihat hanyalah dosa dan ketelanjuran.

Disaat jiwa kita benar-benar lemah dan merasakan kebahagiaan bukan lagi milik kita, bahkan kita merasai kehidupan itu sendiri hampir-hampir tidak ada lagi. Ketika inilah, ketika lilin harapan kita hampir padam dan dunia terasa kelam, kehidupan sebenarnya sedang berbicara kepada kita.

Kehidupan sedang berbicara kepada kita tentang kehambaan; tentang kekerdilan kita dan keMaha Berkuasaan Sang Pencipta agar kita sedar diri dan merasakan perlunya untuk kita tunduk dan patuh kepadaNya. Untuk kita bermunajat dan meletakkan pengharapan padaNya
Kehidupan sedang berbicara tentang keinsanan dan kelalaian; betapa mudah untuk kita terlanjur dengan dosa dan betapa perlu untuk kita insaf dan bertaubat. Betapa seringnya kita lupa untuk bersyukur dan betapa mudah kita lupa diri apabila kesenangan dan kekayaan menyelimuti kehidupan.

Kehidupan sedang berbicara tentang sabar dan pasrah, agar jiwa kita semakin terbina dan semakin kuat hingga kita akan lebih sanggup melaksanakan tanggungjawab yang lebih besar dan banyak.

Kehidupan sedang berbicara kepada kita bahawa gagal dan berjaya, kecewa dan bahagia, jatuh dan bangun itu adalah warna-warna dirinya agar kita sedar dimana kita sedang berdiri dan kemana akan kita aturkan langkah kaki kita.

Hadapilah Harimu Dengan Senyuman

Ketika kegagalan mewarnai kehidupan kita, kitapun menangis dan kecewa namun kejayaan tidak akan sedikitpun tersenyum pada kita. Ketika kita dipandang hina dan dicerca kerana kesalahan kita sendiri, kemuliaanpun hanya memandang kita dengan senyuman sinisnya. Ketika kita tersungkur jatuh kerana kelalaian kita sendiri lalu jiwa kita sakit dan menderita, kitapun menangis hiba, malangnya kebahagiaan tidak juga menemani kita hingga keresahan terusir dari jiwa kita.

Jadi kenapa kita perlu menangis? Bukankah tangisan itu akan menjadikan kita semakin resah bahkan tidak akan mengubah apa-apa. Bukankah kesedihan dan rasa kecewa itu akan memadamkan sebahagiaan dari kewarasan kita hingga kita mula hilang arah tuju dan teraba-raba mencari siapa diri kita sebenarnya. Bahkan lebih dari itu, tangisan itu akan mengikis keimanan kita sedikit demi sedikit hingga akhirnya tiada lagi keyakinan kita kepada kesempurnaan dan kebijaksanaan Allah SWT.

Kenapa kita tidak tersenyum? Kerana senyuman itu akan mewarnai kekelaman dan kegelapan jiwa kita hingga kita akan melihat kehidupan ini dengan semangat dan keazaman yang baru. Bukankah sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang berjaya itu pun pernah gagal namun kerana mereka tidak terlalu sibuk memanjangkan tangisan dan keluhan jiwa mereka lalu merekapun ada banyak masa untuk melakar harapan mereka semula. Bukankah sahabat-sahabat yang merasai kenikmatan dan kebahagiaan beriman itupun pernah tersungkur hina namun kerana jiwa mereka kuat lalu mereka menjadikan keinsafan sebagai anak tangga untuk mereka hampir kepada Allah swt.

Lihatlah kehidupan ini dengan jiwa yang tersenyum. Kalaupun kita hidup merempat, ada pula manusia yang mati hina. kalau kita serba kekurangan ada pula manusia yang langsung tak memiliki apa-apa. Kalau kita miskin harta, ada manusia yang miskin jiwa hingga tidak menikmati keindahan hidup walaupun kaya raya. Kalaupun kita tidak memiliki kenderaan yang baik, ada manusia yang tidak memiliki kaki untuk berjalan.

Memang kita berhak menangis tetapi kita perlu tahu ketika mana dan untuk siapa tangisan itu. Bukankah jiwa ini ada Pemiliknya. Jadi ketika jiwa kita lemah mengadulah padaNya maka Dia akan berikan kita satu kekuatan baru kerana kekuatan itu milikNya. Ketika kita kecewa maka sandarkan harapan kita padaNya kerana dialah tempat kita tujukan harapan kita. Cuma kadang-kadang kita lupa diri kita siapa lalu kita meminta kekuatan pada manusia yang juga lemah lalu kita semakin lemah, kita sandarkan harapan pada bukan tempatnya maka kitapun kecewa dan hampa.

Saturday, July 11, 2009

Semoga Keceriaan Milik Kita Bersama...

Assalamualaikum & Salam Sejahtera..

Almost a month tidak menulis kerana sedikit sibuk menguruskan dokumentasi untuk graduan-graduan yang akan mengikuti program Train & Place, kerjasama antara Kementerian Sumber Manusia dan Academy Of Skill Training & ICT Dev (Diuruskan oleh Global Perfection Sdn Bhd)

Alhamdulillah bermula 01 Julai yang lalu kelas keusahawanan kami selamat bermula...setelah skim ini dihentikan seketika selepas yang terakhir pada penghujung 2006 (jika saya tidak silap)..Disebabkan sudah lama tidak dijalankan maka sedikit kelam kabut dan berserabut kerana perubahan format yang telah ditetapkan oleh pihak kementerian..walau apapun terima kasih kepada pihak kerajaan yang memandang serius isu pengangguran dikalangan graduan mahupun mereka yang diberhentikan kerja.

Melayan karenah manusia sememangnya sangat meletihkan...Jika sebelum ini saya lebih banyak berkomunikasi dengan golongan usahawan (yang pada saya berfikiran matang) kini saya menambah satu lagi golongan iaitu golongan graduan (yang pada tafsiran saya berfikiran intelek). Situasi yang berbeza untuk ditanganinya... Tapi sekali lagi syukur alhamdulillah kerana pengalaman telah banyak mengajar saya..cuma yang mungkin kurang pada saya ialah saya kena lebih tegas dalam segala tindakan..or saya patut jadi garang? Rasanya itu memang bukan identiti saya walaupun ada kalanya wajar bagi saya untuk berperilaku sedemikian demi membentuk disiplin mereka..

Bersabar...mungkin itu cara terbaik...kerana ia pasti akan berlalu.. (kawan saya yg cakap macam tu)..tapi sampai bila kita harus bersabar? kerana pada saya kesilapan itu harus diperbetulkan barulah timbul perubahan dan kesedaran..

Baru-baru nie..disebalik kesibukan saya mengejar dateline saya sempat menghabiskan 2 buah novel yang saya rasa sangat menyentuh perasaan.. Thanks to June kerana sudi menemankan kak zurin "kesayangan" dia nie membeli buku..hehe (kesayangan tu saya yang tambah sendiri).. ini kali pertama saya membaca buku tulisannya kerana sebelum ini saya adalah peminat setia novelis Norhayati Berahim.. Pernah menonton filem "Ayat-Ayat Cinta" ? saya membaca buku tulisan beliau yang bertajuk "Bila Cinta Bertasbih" . Novel ini ada 2 episod sebab tu saya boleh baca 2 novel dalam bulan yang sama. Sangat menyentuh perasaan dan penuh ilmiah...Kisah pengorbanan seorang abang yang bernama Khairul Azzam yang menyara keluarganya di Indonesia dan dia meneruskan pengajian di Universiti Al-Azhar sambil berniaga bakso & tempe..kalau nak tau bagaimana ceritanya bolehlah dapatkan novel ini dikedai buku berhampiran anda...(hehehe-serius takkan rugi)

Novel ini sebenarnya banyak mengajar saya tentang erti kehidupan,cinta dan paling utama tentang Islam itu sendiri..agama yang saya cintai sekarang..

End for now..saya tangguhkan penulisan saya dengan tasbih kifarah & surah al-asr

wassalam..